Haji dan Umroh

HAL YANG WAJIB DIPERHATIKAN SEBELUM MEMBANGUN BIRO PERJALANAN HAJI DAN UMROH

Risiko merupakan suatu kejadian yang mungkin menimbulkan ketidaktentuan sehingga melahirkan peristiwa kerugian, dari istilah tersebut pasti setiap pembisnis tidak menginginkannya, oleh sebab itu para pembisnis harus berhati-hati di dalam memikirkan untuk membuka suatu usaha baru, para pembisnis tidak bisa membuka usaha dengan cara spontan tanpa memikirkan hal apa saja yang akan terjadi nantinya, tentunya para pembisnis harus memikirkan jauh kedepan untuk mengurangi risiko yang akan terjadi ketika bisnis tersebut dijalankan, begitupun pada biro perjalanan haji dan umroh yang pastinya akan ada risiko-risiko yang mungkin terjadi, dengan demikian untuk mengurangi ketidakpastian atau risiko yang akan muncul maka ada hal-hal yang wajib diperhatikan sebelum membangun biro perjalanan umroh, diantaranya sebagai berikut :

Modal membuka tempat (kantor)

Cerita pengalaman sukses dari para pembisnis ini dapat dimulai dengan modal sekitaran 50 juta, modal tersebut hanya digunakan untuk biaya sewa kantor dan operasionalnya saja loh, untuk para pembisnis yang ingin membuka biro travel haji dan umroh disarankan untuk tidak memiliki modal yang pas-pasan, alternatif yang tepat untuk membuka usaha ini adalah dengan meminjam uang ke bank, agar bisnis biro perjalanan haji dan umroh Anda tidak pas-pasan di dalam memulai nya.

Legalitas dan perizinan

Bisnis biro travel haji dan umroh ini tidak sembarangan, bisnis ini bukan bisnis yang hanya menjalankan pelayanan di dalam negeri saja, akan tetapi ke negara orang lain, biro travel perjalanan haji dan umroh ini harus memiliki surat izin resmi, agar calon jamaah dapat percaya kalo biro perjalanan haji dan umroh Anda ada legalitasnya seperti adanya SIUP, NPWP, Tanda Daftar Perusahaan (TDP) dan izin biro perjalanan wisata dari Kementrian Budaya Pariwisata.

Menjalin kerjasama dengan bank

Disetiap bisnis pasti melakukan yang namanya transaksi, pada biro perjalanan haji dan umroh ini harus bisa bekerjasama dengan bank untuk menyusun dana talangan calon jamaah haji dan umroh, jadi jamaah bisa berangkat ke tanah suci mekkah dengan menyicil ke bank, selain itu Anda bisa meminta bank untuk mencari para calon jamaah nanti tinggal Anda mengatur presentase keuntungan dengan bank.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *